Selasa, 25 April 2017

RICK and runch

Risk and Return


a.      Pengertian Risk

Bila ingin menjadi pengusaha sukses, maka anda harus berani menghadapi risiko. Kalimat tersebut dianggap resep untuk menjadi pengusaha dianggap sukses. Kehidupan usaha penuh dengan risiko, baik itu risiko finansial maupun manajerial.

·         Risiko financial: Berkaitan dengan kegagalan usaha untuk merealisasikan rencana finansial yang telah ditentukan.

·         Risiko manajerial: Berkaitan dengan kegagalan pimpinan perusahaan dalam mengelola perusahaannya yang pada akhirnya diukur dengan kegagalan finansial.

Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula. Contohnya dalam investasi saham. Volatilitas atau pergerakan naik-turun harga saham secara tajam akan membuka peluang untuk memperoleh hasil yang lebih besar, namun sebaliknya, jika harga bergerak ke arah yang berlawanan, maka kerugian yang akan ditanggung sangat besar.

Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about future event, adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefinisikan risiko pada 3 hal:

1.      Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan

2.      Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya

3.      Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja  operasi perusahaan atau posisi keuangan

David K. Eiteman, Arthur I Stonehill dan Michael H. Moffet mengatakan bahwa risiko dasar adalahthe mismatching of interest rate bases for associated assets and liabilities. Sehingga secara umum risiko dapat ditangkap sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya dengan keputusan yang diambil berdasarkan suatu pertimbangan. Menurut salah satu definisi, risiko (risk) adalah sama dengan ketidakpastian (uncertainty). Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.

Dalam penyusunan anggaran modal, suatu proyek investasi ( perluasan usaha / penggantian aktiva tetap ) kita sering mengalami kegagalan setelah proyek tersebut dilaksanakan. Hal ini karena kita tidak memperhitungkan unsur risiko didalamnya.

Misal : risiko aliaran kas ( cashflow ) dalam faktor diskonto ( dicountrate ) sebagai biaya modal. Apabila aliran kas yang ada kita peroleh diwaktu yang akan datang tidak ada risiko, berarti kita dapat menentukan dengan tepat, keputusan yang akan diambil. Hal ini karena anggaran yang kita susun baik mengenai aliran kas masuk ( cash in flow ) maupun aliran kas keluar ( cash out flow ) dianggap pasti terjadi dimasa yang akan datang. Namun, jika terjadi penyimpangan, yang tidak menguntungkan, maka perusahaan akan kesulitan menyesuaikannya, karena risiko terjadinya penyimpangan tersebut belum ditentukan oleh perusahaan, lain jika unsur risiko telah ditentukan didepan. Maka apabila terjadi penyimpangan perusahaan akan lebih mudah menghitungnya.

Demikian pula biaya modal yang harus dikeluarkan dalam anggaran modal. Apabila kita menganggap bahwa COC yang akan dikeluarkan tanpa risiko, maka kita akan lebih mudah menghitungnya. Namun, dalam kenyataannya COC tersebut kemungkinan akan naik atau turun. COC yang turun bagi perusahaan akan menguntungkan, karena perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih kecil, tetapi jika COC tersebut naik, maka akan mengurangi kebutuhan perusahaan. Apabila perusahaan menganggap bahwa biaya modal tersebut konstan/risiko, maka perusahaan dapat menggunakan tingkat bunga bebas risiko ( freerate ).

Di Indonesia, nampaknya belum ada tingkat bunga yang bebas risiko secara murni. Tingkat bunga SBI yang biasanya digunakan sebagai acuan tingkat bunga bebas risiko sebenarnya juga mengandung risiko. Walau lebih kecil risikonya dibandingtingkat bunga deposito bank-bank di Indonesia. Apalagi dalam keadaan keadaan perekonomian yang kurang menguntungkan. Besar tingkat risiko yang dimaksukan dalam panilainaan investasi akan mempengaruhi besarnya hasil yang diharapkan oleh pemodal. Apabila perusahaan membangdingkan tingkat risiko yang tinggi pada suatu investasi yang dianggarkan, maka pemodal yang akan menanamkan dananya pada investasi tersebut mengharapkan hasil/ mensyaratkan hasil ( required rate of return ) yang tinggi pula dan terjadi sebaliknya.

Memang antara hasil dan risiko ( risk and return ) memiliki hubungan linear yang berkebalikan. Semakin tinggi risiko, maka semakin tinggi hasil yang diperoleh. Sebaliknya semakin rendah risiko maka semakin rendah pula hasil yang diperoleh/disyaratkan.

Risiko terhadap perusahaan tidak dapat dihindari, kita hanya dapat mengelola bagaimana agar risiko tersebut sekecil mungkin mempengaruhi keputusan perusahaan. Risiko yang terjadi diperusahaan ada yang dapat dikelola/diatasi perusahaan terdapat pula risiko yang tidak dapat diatasi perusahaan.

Risiko yang tidak dapat diatasi perusahaan ini biasanya karena tidak dapat dikontrol oleh perusahaan. Risiko yang ada diperusahaan dapat dibedakan tiga jenis risiko :

1.      Risiko individual: Risiko yang berasal dari proyek investasi secara individu tanpa dipengaruhi oleh proyek lain.

2.      Risiko perusahaan: Risiko yang dapat diukur tanpa mempertimbangkan keanekaragaman yang dihadapi/portofolio yang dilakukan oleh investor.

3.      Risiko pasar( market risk ): Risiko investasi ditinjau dari investor yang menanamkan modalnya pada investasi yang juga dilakukan oleh perusahaan dan perusahaan-perusahaan lain.

Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return.

b.         Pengertian Return

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik melalui bunga atau deviden.

Beberapa pengertian return yang lain :

·         Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham.

·         Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.

·         Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba.

·         Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.

·         Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.

·         Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.

·         Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari periode sebelumnya.

·         Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.

·         Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.

·         Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut.

·         Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio.

c.       Pengertian Risiko dan Tingkat Pengembalian

Risk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko dengan tingkat pengembalian adalah:

1.      bersifat linear atau searah

2.      Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko

3.      Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.

4.      Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.

d.        Hubungan Karakteristik dengan Risk and Return

            Menurut Paul L. Krugman dan Maurice Obstfeld, bahwa pada kenyataanya, seorang investor yang netral terhadap risiko cenderung mengambil posisi agresif maksimum. Ia akan membeli sebanyak mungkin aset yang menjanjikan hasil tinggi dan menjual sebanyak mungkin aset yang hasilnya lebih rendah. Perilaku inilah yang menciptakan kondisi paritas suku bunga. Adapun karakteristik tersebut secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

1.      Takut pada risiko (RISK AVOIDER)

Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati terhadap keputusan yang diambilnya bahkan ia cenderung begitu tinggi melakukan tindakan yang sifatnya mengindari risiko yang akan timbul jika keputusan diaplikasikan. Karakter pebisnis yang melakukan tindakan seperti ini disebut dengan safety player.

2.      Hati-hati pada risiko (RISK INDIFFERENCE)

Karakteristik ini di mana sang decision maker sangat hati-hati atau begitu menghitung terhadap segala dampak yang akan terjadi jika keputusan diaplikasikan. Bagi kalangan bisnis, mereka menyebut orang dengan karakter seperti ini secara ekstrem disebut sebagai tipe peragu.

3.      Suka pada risiko (RISK SEEKER atau RISK LOVER)

Karakteristik ini adalah tipe yang begitu suka pada risiko. Mereka terbiasa dengan spekulasi dan itu pula yang membuat penganut karakteristik ini selalu saja ingin menjadi pemimpin dan cenderung tidak ingin menjadi pekerja. Mental risk seeker adalah mental yang dimiliki oleh pebisnis besar dan juga pemimpin besar. Karakter ini yang paling mendominasi jika dilihat dari kedekatannya pada risiko.




Keterangan : Dari gambar di atas, kita bisa memperhatikan bagaimana perubahan dan pergerakan kurva pada tiga karakteristik dalam mengambil keputusan. Di mana terlihat risk seeker akan terus naik ke atas, sementara risk avoider akan terus bergerak turun ke bawah.

1.Tipe-tipe Risiko


Keterangan :

·         Pure Risk (Risiko Murni) : suatu ketidakpastian terjadi, maka kejadian tersebut pasti menimbulkan kerugian. Risiko murni dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe risiko, yaitu:

1.        Risiko aset fisik:  risiko yang berakibat timbulnya kerugian pada aset fisik suatu perusahaan/organisasi. Contoh: kebakaran, banjir, gempa, tsunami, gunung meletus, dll.

2.        Risiko Karyawan: risiko yang disebabkan karena apa yang dialami oleh karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Contoh : kecelakaan kerja yang menyebabkan terganggunya aktivitas perusahaan.

3.        Risiko Legal : risiko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau kontrak tidak berjalan sesuai dengan rencana. Contoh : perselisihan dengan perusahaan lain sehingga adanya persoalan seperti penggantian kerugian.

·         Speculative Risk (Risiko Spekulatif) : suatu ketidakpastian akan terjadinya untung atau rugi.Risiko ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu:

1.            Risiko Pasar: risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar. Contoh: harga saham mengalami penurunan sehingga menimbulkan kerugian.

2.            Risiko kredit: risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi kewajibannya kepada perusahaan. Contoh : timbulnya kredit macet, persentase piutang meningkat.

3.            Risiko likuiditas: risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas. Contoh: kepemilikan kas menurun, sehingga tidak mampu membayar hutang secara tepat, menyebabkan perusahaan harus menjual aset yang dimilikinya.

4.            Risiko operasional: risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang tidak berjalan lancar. Contoh: terjadi kerusakan pada komputer karena berbagai hal termasuk terkena virus.

·         Static Risk (Risiko Statis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif  asalnya dari masyarakat yang tidak berubah yang berada dalam keseimbangan stabil. Contoh : ketidakpastian terjadinya sambaran petir.

·         Dynamic Risk (Risiko Dinamis) : mungkin sifatnya murni atau spekulatif  timbul  dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Contoh : urbanisasi, perkembangan teknologi.

·         Subjective Risk (Risiko Subyektif) : berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan terjadinya kejadian tertentu.

·         Objective Risk (Risiko Obyektif) : probabilitas penyimpangan aktual dari yang diharapkan sesuai dengan pengalaman.

2.      Sumber-sumber Risiko

Menurut Eduardus Tandelilin, sumber-sumber risiko adalah :

·      Risiko suku bunga. Naik turunnya suku bunga perbankan akan mempengaruhi keputusan publik dalam menetapkan keputusannya. Jika suku bunga naik maka publik akan menyimpan dananya di bank seperti dalam bentuk deposito, namun jika turun maka publik akan menggunakan dananya untuk membeli saham.

·      Risiko pasar. Kondisi risiko pasar dapat dilihat pada saat fluktuasi pasar, krisis moneter, dan resesi ekonomi.

·      Risiko Inflasi. Saat inflasi daya beli masyarakat turun, sedangkan saat normal daya beli masyarakat naik.

·      Risiko Bisnis.

·      Risiko Finansial.

·      Risiko Likuiditas.

·      Risiko Nilai tukar mata uang

·      Risiko Negara. Berkaitan dengan keadaan politik.

Risiko Sistematis, tidak sistematis dan Total

a.       Systematic Risk (Resiko sistematis)

Resiko sistematis disebut juga dengan market risk atau resiko umum.

Resiko sistematis adalah resiko yang  bisa didiversifikasikan atau resiko yang sifatnya mempengaruhi secara menyeluruh. Contohnya krisis moneter pada tahun 1997 di Indonesia yang telah menyebabkan banyak sekali perusahaan yang bangkrut dan  meningkatnya angka pengangguran. Selain itu terjadi pula pada tahun 2008 yaitu saat dunia dilanda krisis finansial yang salah satunya disebabkan oleh kredit subrime mortgage di Amerika Serikat (tahun 2008) yang sudah terlalu tinggi, dan ternyata tidak bisa diatasi lagi.

b.      Unsystematic Risk (Risiko tidak sistematis)

Unsystematic Risk disebut juga dengan resiko spesifik atau resiko yang dapat didiversifikasikan.

Resiko yang tidak sistematis yaitu hanya membawa dampak pada perusahaan yang terkait saja. Jika suatu perusahaan mengalami Unsystematic  Risk  maka kemampuan  untuk mengatasinya masih akan bisa dilakukan, karena perusahaan bisa menerapkan berbagai strategi untuk mengatasinya. Contohnya jika harga sekuritas perusahaan jatuh, maka perusahaan menerapkan berbagai strategi investasi.

c.       Total Risk

Total Risk adalah gabungan atau penjumlahan antara Systematic Risk dan Unsystematic Risk.

Sabtu, 26 November 2016

PENGANGGARAN PERUSAHAAN

UAS
Penganggaran Perusahaan


















VIKA DIA PUSPITASARI
14101366

STIE ASIA
PRODI MANAJEMEN
2016

Profil Perusahaan

1.      Nama Perusahaan              :  Juragan J
2.      Nama Pemilik                    :  Eki Ayu Kristanti
3.      No Hp                               :  085-230-246-324
4.      Ig Perusahaan                    : juragan_kusem
5.      Alamat Perusahaan           :  Jln. Lembang No. 123 Malang
6.      Jenis Perusahaan               :  Industri Rumah Tangga
7.      Jenis Produksi                   :  Jamu Siap Minum
8.      Tahun Berdiri                    :  2014
9.      Harga Produk                    : Kemasan Besar Rp. 10.000 Kemasan Kecil Rp. 5000



Ramalan Penjualan

Data Penjualan

Bulan

Y
X
X.Y
X²Y
X⁴
Januari 2016
300
-9
81
-2.700
24.300
6.561
Februari 2016
350
-7
49
-2.450
17.150
2.401
Maret 2016
400
-5
25
-2.000
10.000
625
April 2016
500
-3
9
-1.500
4.500
81
Mei 2016
700
-1
1
-700
700
1
Juni 2016
750
1
1
750
750
1
Juli 2016
800
3
9
2.400
7.200
81
Agustus 2016
800
5
25
4.000
4.000
625
September 2016
850
7
49
5.950
41.650
2.401
Oktober 2016
900
9
81
8.100
72.900
6.561
Σ
6.350
0
330
12.450
183.150
19.398
Metode Eliminasi        Î£Y           = n . a + c . Σ X²
                                    6350       = 10a + c 330
                                    Î£X²Y        = Σ X² a + c . Σ X⁴
                                    183.150  = 330a + c19398
6.350      = 10a + c330
183.150  = 330a + c19.338                 (x58,6)
188.960  = 256a
a =  188.960   = 738,125
           256
b =   Î£XY  =  1.2450  = 37,72
        Î£X²          330
c = 6.350       = 10a + c330
      183.150   = 330a + c19.338          (x33)
     209.550   = 330a + c10.890
      183.150   = 330a + c19.338    -
      26.400     = -8.448c
                  c   = 26.400    = -3,125
                        - 8.448
Y   =  a + bx +(x)²
November 2016   = 738,12 + 37,72 . 11 + (-3,12) 11²
                              = 775,52 / 776 botol
Desember 2016    = 738,12 + 37,72 . 13 + (-3,12) 12²
                              = 701,2 / 701 botol
Januari 2017         = 738,12 + 37,72 . 15 + (-3,12) 15²
                              = 601,92 / 602 botol
Februari 2017       = 738,12 + 37,72 . 17 + (-3,12) 17²
                              = 477,68 / 478 botol
Maret 2017           = 738,12 + 37,72 . 19 + (-3,12) 19²
                              = 328,48 / 328 botol
April 2017             = 738,12 + 37,72 . 21 + (-3,12) 21²
      = 154,32 / 154 botol








Anggaran Penjualan

1.      Bulan November 2016
Ramalan penjualan Bulan November 2016 adalah 776 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 776 = 388
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 388 = 272 botol
- Botol Besar  = 30% X 388 = 116 botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 272 botol = 64 botol X 5000        =  Rp 320.000
                    Besar =  23,68% X 116 botol = 27 botol X 10.000     =  Rp 270.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 272 botol  = 66 botol X 5000        =  Rp 330.000
                    Besar = 24,34% X 116 botol  = 28 botol X 10.000     =  Rp 280.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 272 botol  = 70 botol X 5000        =  Rp 350.000
                    Besar = 25,66% X 116 botol  = 30 botol X 10.000     =  Rp 300.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 272 botol  = 72 botol X 5000        = Rp 360.000
                    Besar = 26,32% X 116 botol  = 31 botol X 10.000     = Rp 310.000
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
64
320.000
66
330.000
70
350.000
72
360.000
272
1.360.000
Besar
27
270.000
28
280.000
30
300.000
31
310.000
116
1.160.000
Total
91
590.000
94
610.00
100
650.000
103
670.000
388
2.520.000

Anggaran Penjualan Bulan November 2016





2.      Bulan Desember 2016
Ramalan penjualan Bulan Desember 2016 adalah 701 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 701 = 330
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 350 = 245 botol
- Botol Besar  = 30% X 350 = 105 botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 245 botol = 58 botol X 5000        =  Rp 290.000
                    Besar =  23,68% X 105 botol = 25 botol X 10.000     =  Rp 250.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 245 botol  = 60 botol X 5000        =  Rp 300.000
                    Besar = 24,34% X 105 botol  = 25 botol X 10.000     =  Rp 250.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 245 botol  = 63 botol X 5000        =  Rp 315.000
                    Besar = 25,66% X 105 botol  = 27 botol X 10.000     =  Rp 270.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 245 botol  = 64 botol X 5000        = Rp 320.000
                    Besar = 26,32% X 105 botol  = 28 botol X 10.000     = Rp 280.000

Anggaran Penjualan Bulan Desember 2016
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
58
290.000
60
300.000
63
315.000
64
320.000
245
1.225.000
Besar
25
250.000
25
250.000
27
270.000
28
280.000
105
1.050.000
Total
83
540.000
85
550.000
90
585.000
92
600.000
350
2.275.000








3.      Bulan Januari 2017
Ramalan penjualan Bulan Januari 2017 adalah 602 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 602 = 301
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 301 = 211 botol
- Botol Besar  = 30% X 301 = 90   botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 211 botol = 50 botol X 5000        =  Rp 250.000
                    Besar =  23,68% X 90 botol   = 21 botol X 10.000     =  Rp 210.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 211 botol  = 51 botol X 5000        =  Rp 255.000
                    Besar = 24,34% X 90 botol    = 22 botol X 10.000     =  Rp 220.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 211 botol  = 54 botol X 5000        =  Rp 270.000
                    Besar = 25,66% X 90 botol    = 23 botol X 10.000     =  Rp 230.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 211 botol  = 56 botol X 5000        = Rp 280.000
                    Besar = 26,32% X 90 botol    = 24 botol X 10.000     = Rp 240.000

Anggaran Penjualan Bulan Januari 2017
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
50
250.000
51
255.000
54
270.000
56
280.000
211
1.055.000
Besar
21
210.000
22
220.000
23
230.000
24
240.000
90
900.000
Total
71
460.000
73
475.000
77
600.000
80
520.000
301
1.955.000







4.      Bulan Februari 2017
Ramalan penjualan Bulan Februari 2017 adalah 478 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 478 = 239
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 239 = 167 botol
- Botol Besar  = 30% X 239 = 72  botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 167 botol = 40 botol X 5000        =  Rp 200.000
                    Besar =  23,68% X 72 botol   = 17 botol X 10.000     =  Rp 170.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 167 botol  = 41 botol X 5000        =  Rp 205.000
                    Besar = 24,34% X 72 botol    = 18 botol X 10.000     =  Rp 180.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 167 botol  = 43 botol X 5000        =  Rp 215.000
                    Besar = 25,66% X 72 botol    = 18 botol X 10.000     =  Rp 180.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 167 botol  = 44 botol X 5000        = Rp 220.000
                    Besar = 26,32% X 72 botol    = 19 botol X 10.000     = Rp 190.000

Anggaran Penjualan Bulan Februari 2017
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
40
200.000
41
205.000
43
215.000
44
220.000
167
840.000
Besar
17
170.000
18
180.000
18
180.000
19
190.000
72
720.000
Total
57
370.000
59
385.000
61
395.000
63
410.000
239
1.560.000







5.      Bulan Maret 2017
Ramalan penjualan Bulan Maret 2017 adalah 328 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 328 = 164
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 164 = 115 botol
- Botol Besar  = 30% X 164 = 49  botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 115 botol = 27 botol X 5000        =  Rp 135.000
                    Besar =  23,68% X 49 botol   = 12 botol X 10.000     =  Rp 110.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 115 botol  = 28 botol X 5000        =  Rp 140.000
                    Besar = 24,34% X 49 botol    = 12 botol X 10.000     =  Rp 120.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 115 botol  = 30 botol X 5000        =  Rp 150.000
                    Besar = 25,66% X 49 botol    = 12 botol X 10.000     =  Rp 120.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 115 botol  = 30 botol X 5000        = Rp 150.000
                    Besar = 26,32% X 49 botol    = 13 botol X 10.000     = Rp 130.000

Anggaran Penjualan Bulan Maret 2017
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
27
135.000
28
140.000
30
150.000
30
150.000
115
575.000
Besar
12
110.000
12
120.000
12
120.000
13
130.000
49
480.000
Total
39
245.000
40
260.000
42
270.000
43
280.000
164
1.055.000







6.      Bulan April 2017
Ramalan penjualan Bulan April 2017 adalah 154 botol
Perbandingan Penjualan 1 : 1 = ½ x 154 = 77
Penjualan di Kota Malang
- Botol Kecil    = 70% X 77 = 54 botol
- Botol Besar  = 30% X 77 = 23  botol
Penjualan Per Mionggu
Minggu I    : Kecil  =  23,68% X 54 botol   = 13 botol X 5000        =  Rp  65.000
                    Besar =  23,68% X 23 botol   =  5 botol X 10.000     =  Rp  50.000
Minggu II   : Kecil  = 24,34% X 54 botol    = 13 botol X 5000       =  Rp   65.000
                    Besar = 24,34% X 23 botol    =  6 botol X 10.000     =  Rp   60.000
Minggu III  : Kecil  = 25,66% X 54 botol    = 14 botol X 5000       =  Rp   70.000
                    Besar = 25,66% X 23 botol    =  6 botol X 10.000     =  Rp   60.000
Minggu IV : Kecil  = 26,32% X 54 botol    = 14  botol X 5000      = Rp   70.000
                    Besar = 26,32% X 23 botol    =  6 botol X 10.000     = Rp   60.000

Anggaran Penjualan Bulan April 2017
Jenis
Kemasan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Btl
Rp
Kecil
13
65.000
13
65.000
14
70.000
14
70.000
54
270.000
Besar
5
50.000
6
60.000
6
60.000
6
60.000
23
230.000
Total
18
115.000
19
125.000
20
130.000
20
130.000
77
500.000







Anggaran Produk

Anggaran Produk Bulan November 2016
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
 64
27 
91 
66 
28 
94 
70 
30 
100 
72 
31 
103 
272 
116 
388 
















 Produk Jadi
 65
29 
94 
67 
29 
96 
71 
33 
104 
73 
33 
106 
275 
117 
389 


































Anggaran Poduk Bulan Desember 2016
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
58 
25 
83 
60
25 
85 
63 
27 
90 
64 
28 
92 
245 
105 
350 
















 Produk Jadi
 59
27 
85 
61 
27 
87 
65 
29 
91 
65 
29 
93 
247 
107 
357 




































Anggaran Produk Bulan Januari 2017
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
50 
21 
 71
51 
22 
 73
54 
23 
 77
56 
24 
80 
211 
90 
 301
















 Produk Jadi
 53
22 
72 
53 
23 
74 
55 
25 
78 
57 
25 
82 
212 
92 
303 



































Anggaran Produk Bulan Februari 2017
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
40 
17 
57 
41 
18 
59 
43 
18 
61 
44 
19 
 63
167 
72 
 239
















 Produk Jadi
 42
18 
59 
42 
19 
61 
44 
19 
63 
45 
20 
65 
169 
73 
240 





































Anggaran Produk Bulan Maret 2017
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
27 
12 
 39
28 
12 
40 
30 
12 
42 
30 
13 
43 
115 
49 
164 
















 Produk Jadi
 29
13 
41 
29 
14 
42 
31 
14 
43 
32 
15 
45 
117 
51 
167 




































Anggaran Produk Bulan April 2017
Keterangan
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Sebulan
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
K
B
Total
Penjualan 
13 
18 
13 
 19
14 
20 
14 
20 
54 
23 
 77
















 Produk Jadi
15 
20 
15 
21 
15 
22 
15 
22 
55 
25 
79 




































Dokumentasi